Read Jodoh dari Negeri Seberang: Catatan Cinta Pernikahan Beda Bangsa by Rahmadiyanti Rusdi Hani Iskadarwati Online

jodoh-dari-negeri-seberang-catatan-cinta-pernikahan-beda-bangsa

Kemajuan teknologi dan fenomena global village membuat hubungan antarmanusia menjadi lebih terbuka. Kondisi itu juga berpengaruh pada dunia pernikahan, dimana banyak terjadi pernikahan antarpasangan beda bangsa. Buku ini bertutur langsung dari para perempuan Indonesia yang menikah dengan pria WNA. Ada banyak hikmah dan wawasan yang dapat dipetik, baik tentang lika-liku perKemajuan teknologi dan fenomena global village membuat hubungan antarmanusia menjadi lebih terbuka. Kondisi itu juga berpengaruh pada dunia pernikahan, dimana banyak terjadi pernikahan antarpasangan beda bangsa. Buku ini bertutur langsung dari para perempuan Indonesia yang menikah dengan pria WNA. Ada banyak hikmah dan wawasan yang dapat dipetik, baik tentang lika-liku pernikahan beda bangsa maupun pernikahan secara umum.Buku ini sangat menarik untuk dibaca. Mengangkat kisah nyata perjuangan cinta lintas bangsa yang menakjubkan, mengharukan, dan penuh liku. disertai berbagai tips, buku ini sangat informatif.Titin Fatimah, Doctoral student, Kyoto University, JepangDikemas dengan bahasa yang cantik dan komunikatif, kisah-kisah dalam buku ini mengandung banyak pelajaran tentang mengikat cinta dan kerjasama untuk merawatnya. Seperti pepatah; pas de rose sans epine, tiada mawar tanpa duri. dnegan siapapun kita menikah, perjuangan itu harus ditempuh juga.Rini Nurul Badariah, Penulis dan penerjemah...

Title : Jodoh dari Negeri Seberang: Catatan Cinta Pernikahan Beda Bangsa
Author :
Rating :
ISBN : 9789791367837
Format Type : Paperback
Number of Pages : 256 Pages
Status : Available For Download
Last checked : 21 Minutes ago!

Jodoh dari Negeri Seberang: Catatan Cinta Pernikahan Beda Bangsa Reviews

  • Haryadi Yansyah
    2019-02-13 09:59

    Sesuai judulnya, buku yang ditulis oleh 11 penulis ini (semuanya wanita), mengisahkan betapa unik dan nano-nanonya melakukan pernikahan dengan warga negara asing. Jangankan dengan warga negara asing yang tentu serba ’asing’ (bahkan Mbak Hani –salah satu penulis buku ini, menyebutnya sebagai Alien, hehe), tak sedikit orang yang berpendapat bahwa menyatukan dua manusia dalam ikatan pernikahan (satu suku, satu bangsa dan negara sekalipun) itu susah. Bukan sebuah hal yang mudah bagi penulis-penulis buku ini, terlebih ketika mereka harus menyatukan perbedaan kultur yang serba baru. Hampir semua penulis di buku ini mengakui hal itu. Bahkan, tak sedikit yang mengaku sempat terkena culture shockTulisan pertama yang aku baca berjudul ”Pinangan dari Le Perisien” yang dibuat oleh Mbak Ita . Jujur aja, selain Mbak Dee yang duduk dibangku penyusun, cuma Mbak Ita yang aku kenal. Melalui blognya, cukup banyak tulisan Mbak Ita yang berkisah mengenai pernikahannya dengan Mas Pat. Untungnya, dibuku ini, Mbak Ita menulis hal baru. Asyik sekali mengetahui secara detail ketika Mas Pat melamar mbak Ita diantara rintikan hujan. Aih romantisnya. :)Selanjutnya aku kembali baca dari awal. Tulisan Mbak Suci Al-Sadiq yang berjudul ”From India With Love” bikin aku merinding. Bukan karena serem, tapi karena betapa teguh dan mantapnya keyakinan Mbak Suci untuk memutuskan menikah dengan lelaki yang hanya ia kenal lewat internet. Aku tidak mau menyebutkan satu persatu kisah penulis yang ada di buku ini. Yang pasti, aku bisa menikmati semua kata demi kata yang sudah dituturkan. Beberapa cerita cenderung sama (misalnya ketika mendapat pertentangan dari orang tua) tapi masing-masing bisa diceritakan dengan cara yang berbeda dan khas. Lebih asyik lagi ketika mengetahui hal-hal unik yang biasa dilakukan suami mereka (berhubungan dengan kebiasaan negara asal suami mereka). Mungkin akan lebih asyik kalo ada satu penulis pria yang menikah dengan wanita WNA. *kaya si Oji itu tuh, hehe* banyak juga, kan, pria Indonesia yang menikah dengan WNA.Udah lama aku gak beli buku-bukunya LPPH. Kaget, karena secara kualitas fisik, rada menurun dari buku-buku sebelumnya *zaman-zaman Matahari Tak Pernah Sendiri* hmm, mungkin untuk menekan harga kali, ya? asyiknya, masing-masing cerita disertai foto dan keterangan foto (ada satu foto yang tidak diberi keterangan, aku lupa halaman berapa). Dan sayangnya, lumayan banyak kesalahan cetak dibuku ini. Misalnya saja di halaman 136, kata ”kesedihanku” ditulis ”kesedihankuku”. Atau di halaman 115 di paragraf 4. Semoga kedepan hal kecil yang cukup mengganggu ini bisa diperbaiki.

  • Fara Faisal
    2019-02-15 04:10

    alhamdulilah buku ini benar benar menginspirasi saya sejak saya smp. alhamdulilah buku yg saya baca ini jd kenyataan dlm kehidupan saya. taaruf sg org berbeda warna negara. sekali bertemu langsung ijab kobul.alhamdulilah banget. sangat bagus untuk para wanita membaca ini.bnyk pelajaran berharga yg dpt kt contoh dlm buku ini.

  • Qonita
    2019-01-29 08:09

    beda dgn buku sblmnya, selain berisi cerita2, buku ini juga berisi tips2 (juga potongan peraturan negara) utk mengurusi pernikahan antar bangsa.

  • Afifah
    2019-02-04 05:45

    Sebenarnya menarik temanya... sayang, berbagai problem serius yang mungkin muncul karena perbedaan kultur antarbangsa, malah kurang terekspos.

  • Siti
    2019-02-20 11:45

    Udh lama penasaran jg dgn buku ini.. akhirnyaa :)cerita yang menarik apalagi ceritanya mba suci sadiq wow... gila, nekat bgt hehhee

  • Imazahra Imazahra
    2019-01-30 08:56

    Keren!!!Yang paling kusuka: Cerita Mba Uciiiiii, seru, lucu, gila, edan, nekad dan inspiring! :-)

  • Hani Iskadarwati
    2019-02-08 03:43

    A various perspective of mixed-marriage between Indonesian women and non-Indonesian men.